Biologi: Mekanisme Evolusi
Apabila perbandingan fenotif dalam
suatu populasi tidak berubah dari generasi ke generasi, dapat dinyatakan bahwa
frekuensi gen populasi tersebut dalam keadaan seimbang. Dengan kata lain proses
evolusi dapat diartikan sebagai suatu perubahan komulatif frekuensi allel
sejalan dengan waktu. Dasar mekanisme evolusi ialah seleksi alam dan penurunan genetik
yang merupakan mekanisme akibat seleksi alam , mutasi gen , rekombinasi genetik dan aliran
gen. Ada empat mekanisme utama evolusi, yaitu :
1. Seleksi Alam
Pengertian
Alam mengadakan seleksi terhadap makhluk hidup yang ada di
dalamnya. Hanya makhluk hidup yang dapat beradaptasi yang mampu bertahan hidup
dan berkembang biak, sedangkan yang tidak mampu beradaptasi akan punah dan
gagal melangsungkan kehidupannya.
Menurut Dawin terjadi evolusi
karena adanya seleksi alam (faktor alam yang
mampu menyeksi makhluk hidup. Adaptasi merupakan penyebab terjadinya seleksi
alam (mekanisme seleksi alam). Faktor yang menyebabkan
evolusi (mekanisme evolusi) adalah seleksi alam.
Seperti yang telah
diketahui dari waktu ke waktu komponen atau faktor Lingkunagn terus
berubah. Contohnya perubahan iklim, perubahan geografis ataupun fluktuasi
cadangan makanan dan sebagainya. Dalam situasi lingkungan yang demikian,
individu yang sesuai dengan keadaan alam saja yang dapat bertahan, sedangkan
yang tidak sesuai akan mati.
Terdapat
keberhasilan perjuangan untuk hidup yang tidak sama antar individu, kenyataan itu
dikarenakan adanya keanekragaman individu yang memilki ciri yang berbeda satu
sama lain. Individu yang memilki ciri yang cocok dengan lingkungannya lebih
berhasil dalam “perjuangan untuk
hidup” . Siapa yang kuat, maka ialah
yang menang atau lebih dikenal dengan istilah survival of the fittest.
Individu yang sesuai inilah yang kemudian memilki peluang besar untuk
melanjutkan keturunannya dan sekaligus melanjutkan ciri-cirinya pada generasi
mendatang. Sebaliknya, individu yang kurang sesuai dengan lingkungannya lama
kelamaan akan tersisih dari generasi ke generasi.
Apabila seleksi
alam berlangsung terus menerus maka berpeluang muncul kelompok individu yang
memiliki ciri-ciri yang semakin adaptif dan spesifik lingkungan tertentu.
Kelompok individu semacam ini sangat mungkin berbeda ciri morfologi, perilaku,
dsb dari kelompok individu lainnya dan merupakan tanda mulai adanya perubahan
yang menuju terbentuknya spesies baru. Faktor penyebab terjadinya seleksi alam, yaitu :
1. Suhu Lingkungan
Di daerah dingin dijumpai hewan hewan mamaila yang berbulu tebal, sedangkan di daerah tropis hewan mamalianya berbulu tipis. Dalam hal tersebut, yang menjadi faktor penyeleksi adalah suhu lingkungannya. Mengapa demikian ? karena hewan mamalia yang berbulu tipis umumnya tidak akan bisa menyesuaikan diri pada lingkungan yang bersuhu sangat rendah sehingga hewan tersebut akan tereliminasi dan akan punah. Pernahkah anda mendengar tentang beruang kutub ? apa yang anda ketahui tentang beruang kutub ? Beruang kutub berbulu tebal untuk membuatnya tetap hangat. Selain bulunya, beruang kutub juga mempunyai lapisan lemak yang digunakan untuk menghangatkan tubuhnya.
2. Makanan
Faktor selanjutnya adalah makanan, setiap makhluk hiduo memerlukan makanan. Makanan adalah kebutuhan primer makhluk hidup. Makanan akan menjadi faktor penyeleksi alam jika terjadi perebutan makanan. Makhluk hidup yang kuat dan mempertahankan makanannya akan dapat berlangsung hidup, sebaliknya hewan yang lemah dan tidak mampu bersaing dalam perebutan makanan akan teremilinasi dan akan punah.
3.
Cahaya Matahari
Faktor matahari
berhubungan dengan penyeleksian tumbuhan tingkat tinggi yang berklorofil,
mengapa demikian ? Karena tumbuhan menggunakan cahaya matahari untuk
pembentukan makanan. Jika sinar matahari tidak ada maka tumbuhan tidak bisa memproduksi
makanan yang berarti juga tidak bisa memasok energi bagi makhluk hidup lain
sehingga rantai makanan akan terputus.
Akibatnya, makhluk hidup harus berkompetisi dengan makhluk hidup
lain untuk mendapatkan sumber daya yang terbatas tersebut. Beberapa faktor
pembatas lainnya yang cukup serius pengaruhnya terhadap pertumbuhan populasi
yaitu predator, organisme penyebab penyakit, dan cuaca yang tidak
menguntungkan. Suatu bagan yang
menunjukkan adanya tiga jenis seleksi yaitu :
1. Seleksi terarah
Jika kondisi lingkungan berubah, terjadi tekanan seleksi
terhadap suatu jenis yang menyebabkan spesies tersebut beradaptasi pada kondisi
baru. Didalam populasi , akan ada range atau rentang individu yang berdasarkan
dengan salah satu karakter. Misalnya, bukti fosil mengindikasikan bahwa
ukuran rata-rata beruang hitam di Eropa meningkat selama masing-masing periode
glasial yang membekukan, namun ukuran tersebut menurun lagi selama periode
interglasial yang lebih hangat. Beruang yang lebih besar, dengan rasio permukaan
terhadap volume yang lebih kecil, lebih mampu menjaga panas tubuh dan sintas
melalui periode dingin yang ekstrim.
2.
Seleksi Stabilisasi
Seleksi ini terjadi pada
semua populasi dan cenderung memperkecil keekstriman atau penonjolan didalam
kelompok. Dalam hal ini, hal tersebut mengurangi kemampuan menghasilkan variasi
dalam suatu populasi, dengan demikian mengurangi pula kesempatan mengalami
perubahan evolusi. Contoh :
3.
Seleksi disruktif
Meskipun jenis seleksi
ini kurang umum, namun bentuk seleksi ini penting dalam mencapai perubahan
evolusi. Seleksi distruktif dapat terjadi jika factor factor lingkungan
mengambil sejumlah bentuk yang terpisah. Salah satu contohnya adalah populasi finch
pemecah biji perut-hitam di Kameran. Anggota populasi tersebut menunjukkan dua
ukuran paruh yang sangat berbeda. Burung berparuh kecil terutama memakan
biji-bijian lunak, sedangkan burung berparuh besar adalah spesialis pemakan
biji keras. Burung berparuh sedang tampaknya relatif tidak efisien dalam
memecahkan kedua jenis biji tersebut, sehingga memiliki kebugaran relatif yang
lebih rendah.
Tingkat kesuksesan
perkembangbiakan juga menentukan pertumbuhan populasi makhluk hidup dan
merupakan kunci dalam seleksi alam. Makhluk hidup yang paling adaptif adalah
individu yang berhasil dalam perkembangbiakan. Sebaliknya, yang tidak berhasil
akan mati prematur atau menghasilkan sedikit keturunan. Macam – macam bentuk
terjadinya seleksi alam, diantaranya :
- Mammoth punah karena seleksi alam, mammoth yang terbiasa hidup di alam yang dingin tidak bisa beradaptasi dengan kondisi lingkun gan yang berubah menjadi hangat.
- Jerapah dulu sekali tidak semua memiliki leher panjang, ada juga jerapah berleher pendek. Namun karena seleksi alam akhirnya jerapah leher pendek menjadi punah karena kesulitan mencari makanan yang berupa daun, karena pohon-pohonnya sangat tinggi. Jerapah leher panjang hingga sekarang mampu bertahan.
- Dinosaurus yang punah berjuta juta tahun lalu, karena tidak bisa bertahan dari perubahan alam yang ekstrim yang disebabkan oleh adanya meteor jatuh kebumi.
- Ngengat biston betularia di inggris ada yang berwarna cerah (putih) dan ada yang berwarna hitam. Sebelum revolusi industri ngengat berwarna putih sangat banyak karena kualitas udaranya bagus. namun setelah evolusi industri, polusi udara terjadi yang mengakibatkan udara jadi gelap oleh debu industri dan asap serta pepohonan berubah jadi hitam, ngengat biston putih tidak mampu beradaptasi dengan kondisi ini yang mengakibatkan mereka mudah ditemukan mangsa, beda hal nya dengan ngengat biston hitam. Ngengat biston hitam bisa beradaptasi dan jumlahnya semakin banyak, sedangkan ngengat biston putih populasinya jadi sedikit.
- Burung Finch di galapagos yang mengalami perubahan morfologi karena makanannya berubah dari biji-bijian menjadi serangga.
- Contoh seleksi alam pada tumbuhan adalah rusaknya bunga atau tanaman pagar yang disebabkan oleh rumput liar. oleh karena itu kita harus rajin membersihkan bunga dan tanaman kita dari rumput liar.
- Kaktus galapagos, kaktus yang hidup dimana ada kura-kura memiliki duri yang tajam dan keras serta memiliki batang yang tebal dan ukurannya cukup tinggi. kaktus yang hidup dimana tidak ada kura-kura, bentuknya pendek dan duri nya lunak.
- Dulu kuda memilikir jari lima, namun untuk menyesuaikan diri dengan kontur tanah lunak maka sekarang kuda hanya memiliki 1 jari.
- Punahnya Tyrannosaurus Rex pada rentang waktu 65 juta tahun yang lalu akibat perubahan iklim dari jatuhnya meteorit.
- Punahnya Pterodactyl puluhan juta tahun yang lalu.
2. Mutasi Gen
Pengertian
Peristiwa mutasi gen
dapat tidak menyebabkan perubahan pembentukan asam amino sehingga tidak
menimbulkan efek yang berarti. Namun, jika mutasi gen menyebabkan perubahan
pembentukan asam amino maka fungsi gen tersebut juga berubah. Perubahan fungsi
ini dapat diamati melalui kelainan kelainan yang terjadi pada individu yang
mengalami mutasi. Setiap sel makhluk hidup dapat mengalami mutasi setiap saat,
tetapi tidak semua mutasi dapat diwariskan pada keturunannya. Mutasi yang
terjadi pada sel soma (sel tubuh) tidak akan diwariskan. Setelah individu yang
mengalami mutasi meninggal maka mutasi yang terjadi juga akan menghilang bersamanya. Sementara itu, mutasi yang terjadi pada
sel-sel kelamin akan diwariskan pada keturunannya. Ada tiga fakta penting
yang muncul pada peristiwa mutasi, yaitu:
1.
Mutasi muncul secara spontan dan tidak di arahkan oleh alam
2.
Mutasi dapat terjadi lagi pada mutan
3.
Mutasi pada umumnya merugikan organisme yang mengalaminya karena
mutasi dapat mengubah atau merusak posisi nukleotida-nukleotida yang menyusun
DNA. Perubahan-perubahan akibat mutasi banyak menyebabkan kematian, cacat, dan
abnormalitas.
Kadang-kadang mutasi pada sel kelamin dapat mengakibatkan
timbulnya sifat baru yang menguntungkan. Bila sifat baru tersebut dapat
beradaptasi dengan lingkungannya maka individu tersebut akan terus hidup dan
mewariskan mutasi yang dialaminya kepada keturunannya. Jika mutasi selalu
terjadi pada sel kelamin dari generasi ke generasi dapat menyebabkan susunan
gen dalam kromosom generasi pendahulu sangat berbeda dengan generasi
berikutnya. Peristiwa itu memungkinkan timbulnya individu atau spesies baru
yang sangat berbeda dengan generasi pendahulunya. Menurut pendapat beberapa
ilmuwan (evolusionis), perubahan pada struktur kromosom yang bersifat
menguntungkan akan mengakibatkan munculnya spesies baru. Kemunculan spesies
baru yang lebih baik ini tergantung dari angka laju mutasi. Angka laju
mutasi adalah angka yang menunjukkan jumlah gen yang bermutasi yang
dihasilkan oleh suatu individu dari suatu spesies. Besarnya angka laju mutasi
sebuah alel gen sebesar 1–10 untuk setiap 100.000 pembelahan sel.
3. Penyimpangan Genetik (Genetic Drift)
Penyimpangan genetik
adalah perubahan frekuensi alel dari satu generasi ke generasi selanjutnya yang
terjadi karena peran yang bermain dalam menentukan apakah suatu individu akan
bertahan hidup dan bereproduksi. Dalam istilah matematis alel menjadi subjek
sampling eror. Akibatnya bila tak ada gaya selektif atau gaya selektif relatif
rendah frekuensi alel cenderung “menyimpang” ke atas atau ke bawah secara acak.
Pergeseran ini berhenti bila alel akhirnya terfiksasi, apakah karena hilang dari
populasi ataupun digantikan alel lain secara keseluruhan. Karenanya
penyimpangan genetik mengeliminasi alel dari populasi adalah hal kebetulan
semata. Bahkan saat absennya gaya selektif, penyimpangan genetik dapat
menyebabkan dua populasi terpisah yang mulai dengan struktur genetik sama untuk
menyimpang atau bergeser menjadi dua populasi divergen dengan sel alel yang
berbeda.
Waktu alel menjadi
terfiksasi melalui penyimpangan genetik ditentukan oleh ukuran populasi.
Fiksasi yang terjadi lebih cepat pada populasi yang lebih kecil. Jumlah
individu pada populasi tidak kritis, namun ukurannya dikenal sebagai ukuran
populasi efektif. Populasi efektif biasanya lebih kecil dibandingkan populasi
total dan menjadi faktor yang dipertimbangkan seperti misalnya tingkat inbreeding,
tahapan siklus hidup dimana populasi paling kecil dan kenyataannya beberapa gen
netral yang secara genetik berhubungan dengan yang lain di bawah seleksi.
Secara ideal, suatu
populasi harus tak terhingga besarnya supaya dapat mengesampingkan hanyutan
genetika sepenuhnya sebagai suatu agen evolusi. Meskipun hal itu tidak mungkin,
banyak populasi berukuran begitu besar sehingga pergeseran genetik bisa
diabaikan. Namun demikian, beberapa populasi berukuran kecil sehingga memungkinkan
terjadinya hanyutan genetik yang
bermakna. Dua situasi yang dapat mengakibatkan terjadinya pergeseran genetik
adalah leher botol populasi dan pembentukan koloni baru oleh sejumlah kecil
individu.
a)
Efek leher botol (penyempitan)
Bencana seperti gempa bumi,
banjir dan kebakaran, yang membunuh korban dengan tidak pandang bulu dapat
mengurangi ukuran suatu populasi secara drastis. Hasilnya adalah bahwa susunan
genetik populasi kecil yang selamat dari bencana itu tidak mungkin lagi berupa
perwakilan susunan populasi semula. Situasi tersebut dikenal sebagai efek leher
botol. Secara kebetuan, alel-alel tertentu akan terwakili secara berlebihan di
antara individu-individu yang selamat, beberapa alel akan menjadi kurang
terwakili, dan beberapa alel kemungkinan bahkan hilang sama sekali. Hanyutan
genetika dapat terus mempengaruhi populasi selama beberapa generasi, sampai
populasi itu suatu saat cukup besar sehingga kemungkinan terjadinya kesalahan
pengambilan sampel menjadi tidak bermakna lagi.
Efek leher botol dan
hanyutan genetika yang diakibatkannya, umumnya mengurangi keseluruhan
keanekaragaman genetik dalam suatu populasi karena alel untuk setidaknya
beberapa lokus kemungkinan besar hilang dari kumpulan gen.
b)
Efek pendiri
Hanyutan genetik juga
dapat terjadi kapan saja pada beberapa individu yang menempati suatu pulau,
danau, atau beberapa habitat baru yang terisolir. Semakin kecil ukuran sampel,
maka semakin kecil kemungkinan susunan genetik penghuni baru itu akan mewakili
kumpulan gen populasi besar yang mereka tinggalkan. Kasus yang paling ekstrim
adalah pembentukan sebuah populasi baru oleh seekor hewan yang hamil atau oleh
sebuah biji tumbuhan. Jika kumpulan itu berhasil, hanyutan gen secara acak akan
terus mempengaruhi frekuensi alel dalam kumpulan gen sampai populasi tersebut
menjadi cukup besar untuk membuat kesalahan minimal pada pengambilan sampel
dari generasi ke generasi. Hanyutan genetik dalam sebuah kumpulan baru dikenal
sebagai efek pendiri (founder effect). Pengaruh itu tidak diragukan lagi memberikan
sumbangan terhadap terjadinya penyebaran evolusi yang diamati pada burung finch
yang diteliti oleh Darwin setelah beberapa individu yang pergi dari daratan
Amerika Selatan tiba di Kepulauan Galapagos yang terpencil.
Efek pendiri barangkali
memberikan sumbangan atas frekuensi kelainan dan gangguan keturunan tertentu
yang relatif tinggi pada populasi manusia hasil keturunan sejumlah kecil
penghuni baru tersebut.
4. Aliran Gen
Aliran gen adalah
pertukaran gen antara populasi dan antar spesies. Ada atau tidaknya aliran gen
secara fundamental mengubah perjalanan evolusi. Karena kompleksitas organisme,
dua populasi manapun yang terpisah sempurna akhirnya akan terbentuk
inkompatibilitas genetik melalui proses netral, seperti Model
Bateson-Dobzhansky-Muller, bahkan walaupun dua populasi tersebut tetap identik
dalam hal adaptasi terhadap lingkungannya.
Bila perbedaan genetik
antara populasi berkembang, aliran gen antar populasi dapat mengintroduksi
sifat atau alel yang tak menguntungkan pada populasi lokal dan ini dapat
menyebabkan organisme di dalam populasi ini membentuk mekanisme yang mencegah
perkawinan dengan populasi yang berjauhan secara genetik antar individu secara
fundamental penting untuk membentuk konsep spesies biologis. Selama
perkembangan sintesis modern, Sewall Wright mengembangkan teori pergeseran keseimbangan, yakni bahwa aliran gen antara
populasi yang terpisah secara parsial merupakan aspek penting evolusi adaptif.
Namun akhir-akhir ini ada kritikan yang kuat akan manfaat teori pergeseran
keseimbangan.
Aliran gen cenderung
mengurangi perbedaan antara populasi yang telah terakumulasi akibat seleksi
alam atau hanyutan genetik. Jika hal itu terjadi luas, aliran gen akhirnya
dapat menyatukan populasi yang berdekatan menjadi sebuah populasi tunggal dengan
struktur genetik yang sama. Ketika manusia mulai mampu menjelajahi dunia dengan
bebas, aliran gen tidak diragukan lagi menjadi suatu pengantar perubahan
mikroevolusi yang penting dalam populasi yang sebelumnyamungkin sangat
terisolir.
Komentar
Posting Komentar